May 23

Program Indonesia Pintar

Program Indonesia Pintar diluncurkan Presiden Jokowi pada awal November 2014 dengan tujuan menjamin keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga yang kurang mampu. Program Indonesia Pintar ini ditandai dengan Kartu Indonesia Pintar, dimana Dapodik merupakan sumber awal terwujudnya Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah pemberian bantuan tunai pendidikan kepada anak usia sekolah yang berasal dari keluarga kurang mampu, yang merupakan bagian dari penyempurnaan Program Bantuan Siswa Miskin (BSM). Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan sebagai penanda/identitas untuk menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan ini baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak lulus SMA/SMK/MA) maupun melalui jalur pendidikan informal dan non formal.

Adapun tujuan dari Program Indonesia Pintar melalui KIP adalah :

  1. Menghilangkan hambatan siswa secara ekonomi untuk berpartisipasi di sekolah sehingga mereka memperoleh akses pelayanan pendidikan yang lebih baik di tingkat dasar dan menengah.
  2. Mencegah anak/siswa mengalami putus sekolah akibat kesulitan ekonomi.
  3. Menarik anak/siswa yang putus sekolah agar kembali bersekolah.
  4. Membantu anak/siswa kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan kegiatan pembelajaran.
  5. Mendukung penuntasan Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun (9) dan Pendidikan Menengah Universal (Wajib Belajar 12 tahun)

Syarat siswa dapat menerima KIP yaitu :

  1. Penerima BSM dari keluarga pemegang KPS yang telah ditetapkan dalam SP2D 2014;
  2. Siswa dari keluarga pemegang KPS/KKS yang belum ditetapkan sebagai Penerima manfaat BSM dan belum menerima BSM
  3. Siswa dari Peserta Program Keluarga Harapan (PKH)
  4. Siswa yatim dan/atau piatu yang tinggal di Panti Asuhan
  5. Siswa yang terancam putus sekolah karena kesulitan ekonomi dan/atau korban musibah berkepanjangan/ bencana alam melalui jalur FUS/FUM;
  6. Siswa/santri dari Pondok Pesantren yang memiliki KPS/KKS (khusus untuk BSM Madrasah) melalui jalur FUM;
  7. Siswa (anak usia sekolah) yang belum atau tidak lagi bersekolah yang datanya telah dapat direkapitulasi pada Semester 2 (TA) 2014/2015

Dari syarat diatas yang utama adalah siswa yang memiliki KPS (Kartu Perlindungan Sosial), namun sangat disayangkan bahwa penyebaran KPS belumlah merata dan belum cukup adil, melihat masih banyak keluarga yang kurang mampu belum memiliki KPS. Semoga Pemerintah lebih memperhatikan hal ini demi kelangsungan Program Indonesia Pintar ke depannya.

 

 

Mar 03

Uji Kompetensi Siswa Tahun 2015

IMG_3947 (Medium) IMG_3833 (Medium)  IMG_3821 (Medium)IMG_3818 (Medium)

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan dituntut untuk memiliki Kompetensi di bidang Keahliannya masing-masing. Untuk itu diadakanlah Uji Kompetensi Siswa dengan 70% materinya adalah praktik kejuruan. Dalam pelaksanaan Uji Kompetensi ini, penguji yang dihadirkan berasal dari Dunia Industri, dengan harapan siswa betul-betul memiliki skill yang kuat untuk bekal mereka di dunia luar dan bisa bersaing di era globalisasi. Dengan memegang sertivikat dari industri ini maka siswa sudah dibekali skill yang mampu untuk bekal mereka bila bekerja nantinya, karena sertivikasi ini sudah di sesuaikan dengan kemampuan dan standart dari industri.

SMK Tiara Lahat bekerja sama dengan Indo Auto Bandung, PalcomTech Lahat, dan Rizky Elektronik dalam mensukseskan kegiatan rutin tahunan ini. Uji Kompetensi Siswa ini dilaksanakan dari tanggal 9 Februari 2015 s/d 11 Februari 2015, dan diikuti oleh semua siswa kelas XII SMK Tiara Lahat.

Jan 12

Hati – hati penipuan atas nama BAN PT

Jika Bapak/ Ibu menerima surat via email atau faks yang mengatasnamakan BAN-PT … dan diminta no rekening untuk transfer uang sakunya, hati-hati … Bisa jadi Bapak/ Ibu sudah jadi korban penipuan. Karena tidak ada bantuan atau Bimtek yang meminta no.rek di awal kegiatan/ sebelum MOU. Contoh Suratnya bisa dilihat pada gambar berikut IMG_151491194653574

Dec 30

Kurikulum 2013 Dihentikan Mulai Semester Genap Tahun 2014-2015

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menginstruksikan sekolah yang belum menggunakan Kurikulum 2013 selama tiga semester untuk kembali ke Kurikulum 2006. Sementara itu, sekolah yang telah menjalankan selama tiga semester diminta tetap menggunakan kurikulum tersebut sembari menunggu evaluasi dari pihak berwenang.

Anies mengatakan, saat ini ada 6.221 sekolah yang sudah pakai Kurikulum 2013 selama tiga semester lebih.
“Mereka akan jadi contoh bagi sekolah yang belum siap,” tambah Anies.

Semoga dengan adanya kebijakan ini bisa membuat Kurikulum 2013 lebih matang lagi ke depannya. Jangan sampai buku yang sudah dibeli mubazir dengan sia-sia.

Penyebab Sekolah Belum Siap Melaksanakan Kurikulum 2013 dan alasan penyebab kurikulum 2013 dihentikan antara lain adalah oleh sebab berikut ini :

  1. Masalah kesiapan buku.
  2. Sistem penilaian.
  3. Penataran guru.
  4. Pendampingan guru.
  5. Pelatihan Kepala Sekolah.

Pada tanggal 5 Desember 2014 Anies Baswedan Mendikbud telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor : 179342/MPK/KR/2014 Perihal Pelaksanaan Kurikulum 2013 yang ditujukan kepada Kepala Sekolah di seluruh Indonesia.

 

 

Dec 30

Penilaian Kinerja Guru

Surat_Edaran_Kepala_Badan_PK_Guru_2014

Dec 29

Selamat Datang

Tiara Depan

 

Selamat Datang di Website SMK Tiara Lahat. SMK Tiara Lahat merupakan salah satu SMK Swasta di Kabupaten Lahat yang beralamat di Kelurahan Talang Berangin Bandar Agung Lahat. Lokasi SMK Tiara Lahat tidak berjauhan dengan SMKN 1 Lahat, SMKN 2 Lahat dan SMK PGRI 1 Lahat.

SMK Tiara Lahat didirikan pada tahun 1999 dengan berbagai macam Kompetensi Keahlian, antara lain : Teknik Otomotif, Teknik Audio Video, Teknik Listrik dan Teknik Komputer dan Jaringan.